Foto: Plt. Inspektur Aceh Tenggara, Zul Fahmi, S.Sos, perdana melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang inventaris dan aset kantor

Kutacane-sahagaranewsBaru usai memimpin apel perdana bersama jajaran internal Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Aceh Tenggara, Zul Fahmi, S.Sos, langsung bergerak melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang inventaris dan aset kantor, Rabu (6/5/2026).

Langkah cepat tersebut dinilai sebagai sinyal awal pembenahan internal di tubuh lembaga pengawasan daerah itu.


Tak sekadar seremonial pasca penunjukan pejabat baru, Zul Fahmi memilih langsung turun ke ruangan-ruangan kerja memeriksa kondisi aset, mulai dari komputer, meja kerja, lemari arsip, kursi, pendingin ruangan hingga kelengkapan administrasi pencatatan barang.

Suasana kantor Inspektorat pun tampak berbeda. Para pegawai terlihat sibuk menyiapkan barang inventaris untuk dicek satu per satu. Pemeriksaan dilakukan secara detail guna memastikan keberadaan dan kondisi seluruh aset kantor sesuai data administrasi.

Jangan Sampai Ada Aset Tidak Jelas”

Zul Fahmi menegaskan, pembenahan tata kelola harus dimulai dari internal Inspektorat sendiri sebelum melakukan pengawasan terhadap instansi lain.

Menurutnya, lembaga pengawasan daerah tidak boleh abai terhadap disiplin administrasi aset negara.

“Seluruh barang inventaris harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Jangan sampai ada aset yang tidak jelas keberadaannya atau rusak karena kelalaian,” tegasnya di sela pemeriksaan.

Ia juga mengingatkan setiap pegawai yang memegang barang inventaris agar bertanggung jawab penuh terhadap aset yang digunakan.

“Kalau rusak atau hilang karena kelalaian, harus ada tanggung jawab. Setiap serah terima barang juga wajib terdokumentasi dengan baik,” katanya.

Pembenahan dari Dalam

Langkah inspeksi aset tersebut bukan hanya pemeriksaan fisik semata, tetapi juga bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan aset di lingkungan Inspektorat Aceh Tenggara.

Zul Fahmi menilai pembenahan internal menjadi fondasi penting untuk memperkuat kredibilitas lembaga pengawasan.

“Kita ingin memperkuat sistem pengawasan dari dalam terlebih dahulu. Inspektorat harus menjadi contoh dalam disiplin administrasi dan transparansi pengelolaan aset,” ujarnya.


Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan bahwa pengawasan tidak cukup hanya diarahkan keluar, tetapi juga harus dimulai dari institusi pengawas itu sendiri.

Bangun Budaya Disiplin dan Integritas

Dalam arahannya, Zul Fahmi juga menekankan pentingnya budaya kerja disiplin dan profesional di lingkungan Inspektorat. Ia menyebut lembaganya memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengawal pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran membangun komitmen bersama dalam menjalankan fungsi pengawasan secara efektif dan bertanggung jawab.

Langkah inspeksi mendadak terhadap aset kantor tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pegawai. Mereka menilai pembenahan internal yang dimulai sejak hari pertama kepemimpinan menjadi pertanda perubahan budaya kerja yang lebih disiplin dan akuntabel.

Dengan dimulainya langkah pembenahan ini, publik kini menaruh harapan agar Inspektorat Aceh Tenggara tidak hanya tegas mengawasi instansi lain, tetapi juga mampu menjadi contoh nyata tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.


📌 [Red]